Tampilkan postingan dengan label Bela Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bela Diri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2014

“Karate? Taekwondo? Bedanya apa sih?”

Karate? Taekwondo? Bedanya apa sih? Perasaan sama aja deh.”, tanya beberapa teman soal Karate dan Taekwondo. Kenapa yang disinggung hanya Karate dan Taekwondo saja, padahal masih ada bela diri lainnya? Yah, karena ekstrakulikuler bela diri yang sering ada di sekolah-sekolah adalah Karate dan Taekwondo. Sebenarnya.. apa bedanya sih?

Kalau dilihat secara umum, nama dan negara asal kedua bela diri tersebut berbeda. Karate berasal dari Jepang, sedangkan Taekwondo berasal dari Korea. Dan.. katanya sih, Taekwondo lebih memfokuskan tendangan daripada pukulan. Katanya loh ya..

Oke, mari simak ulasan tentang Karate dan Taekwondo secara umum, yuk!

Kita bahas Karate dulu ya..


Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’  dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ , berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).

Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:
  1. Shotokan
  2. Goju-Ryu
  3. Shito-Ryu
  4. Wado-Ryu
Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.


Salah satu gerakan kumite dasar Shotokan Karate.


Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti Kyokushin , Shorin-ryu dan Uechi-ryu tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam "4 besar WKF".

Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO - World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat "tanpa kontak langsung", berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang "kontak langsung".

Latihan dasar karate terbagi tiga seperti berikut:
  1. Kihon
  2. Kata, yaitu latihan jurus atau bunga karate.
  3. Kumite, yaitu latihan tanding atau sparring.
Pada zaman sekarang karate juga dapat dibagi menjadi aliran tradisional dan aliran olah raga. Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur sementara aliran olah raga lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan olah raga.


Nah ini yang Taekwondo..

Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.

 Pertandingan Taekwondo dengan regulasi WTF.


Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).

Adapun tiga materi dalam latihan:
  1. Poomsae atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
  2. Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
  3. Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan kaki.

Tidak spesifik sih, hehe. Tapi intinya kedua bela diri tersebut berbeda. Dan.. masih banyak bela diri lain yang perlu dibahas. So, see you next time!

Source:  wikipedia

Kamis, 21 November 2013

Bela Diri..Gimana sih Sejarahnya?

Menurut legenda, sumber dari semua ilmu beladiri yang ada didunia modern ini berasal dari india dalam hal ini Bodhidharma atau Daruma Taishi atau Tatmo Chouwsu. Ia hidup pada abad VI masehi.
Untuk misi pengembangan agama budha ke Cina, maka Bodhidharma melakukan perjalanan kaki seorang diri menembus “hutan belantara perawan” yang penuh dengan 1001 marabahaya, termasuk binatang buas, tetapi berkat ketegaran dan kemampuan seni beladirinya, Daruma Taishin berhasil tiba di Cina.

Bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa sekitar tahun 520 Masehi, seorang pendeta india bernama Daruma yang dilahirkan di kanchipuran dekat madras telah melakukan perjalanan ke Cina dalam hal ini kota kuang atau canton dimana disana pendeta itu bertemu dengan Wu Ti, seorang kaisar dari dinasti Liang. Dari sana ia melanjutkan perjalanan ke kerajaan Wei, dimana ia mendirikan kuil tempat pusat pengembangan Ajarannya.

Jika legenda tentang Daruma Taishi memang benar, maka jelas bahwa pendeta yang dimaksud itu adalah Daruma, orang yang mendirikan kuil shaolin.

Ia pertama kalinya hanya melatih spritual pada murid-muridnya tetapi lama kelamaan para muridnya semakin lemah dan sakit-sakitan, akhirnya ia tiba pada kesimpulan bahwa rohani dan jasmani harus diseimbangkan, maka dianjurkannya kepada murid-muridnya gerakan-gerakan jasmani seni beladiri, yang kemudian dikenal sebagai Kungfu Shaolin, dan oleh kalangan seni beladiri dipercayai sebagai sumber pertama seluruh seni beladiri yang ada didunia berasal dari Kungfu Shaolin.

Konon Daruma menurmuskan tehnik-tehnik shaolin kungfunya berdasarkan pada gerakan-gerkan binatang, yaitu : Macan, Beruang, Monyet, Bangau dan Rusa.

Didalam perkembangan selanjutnya dari beladiri cina itu kemudian muncul 4 jenis ilmu bela diri cina, yaitu :
  1. Aliran Keras                        : Shaolin Kungfu
  2. Aliran Lunak                       : Hsing’I
  3. Aliran Lunak                       : Pakua Chang
  4. Aliran Lunak                       : Tai Chi Cuen
Tetapi dulunya Daruma hanya membedakan keseluruhan tehnik-tehnik beladirinya atas 2 kelompok
  1. Kelompok tehnik keras                                  ( Go-Ho )
  2. Kelompok Tehnik Lunak                                ( Ju – Ho )
Pada waktu terjadinya “Perang boxer” yaitu pembasmian oleh tentara kerajaan pada pendeta-pendeta Budha dari kuil Shaolin yang sebahagian besar pendeta-pendeta Shaolin tewas terbunuh dalam pertempuran melawan tentara kaisar, tetapi masih ada diantara mereka yang berhasil lolos dan meninggalkan dataran Cina.

Pelarian-pelarian inilah yang menurut legenda merupakan cikal bakal timbulnya berbagai Ilmu Beladiri Asia, contohnya seperti :

Di Jepang ; Judo ( jalan kehalusan) diciptakan oleh mendiang dr. Jigaro kano, Jujitsu (tehnik kehalusan) merupakan seni beladiri klasik Jepang yang berasal dari masa samurai, Aikido (Ai=bertemu, Ki=Semangat, dan Do=Jalan). Didirikan oleh prof. Morihei  Ueshiba, Guru utama dari Morihei Ueshiba adalah Master Sokaku Takeda. Sumo ( seni beladiri Gulat tradisional Jepang ). Kenjitsu (ilmu pedang Jepang klasik). Bojitsu ( Seni Beladiri yang mengandalkan tongkat panjang). Naginata Jitsu (Seni Beladiri yang mengandaklan Pedang).

Di Birma; Bando (Seni beladiri asli tangan kosong). Banshei (seni beladiri menggunakan senjata) dan Kick-boxing tradisional (Seni beladiri tangan kosong yang menggunakan banyak tehnik tendangan).

Di Thailand; Thai Boxing (Seni beladiri baik tangan maupun kaki) dan Krabi krabong ( Seni beladiri menggunakan senjata).

Di Kampuchea, Laos, Vietnam; Tinju Tradisional dan Permainan senjata.

Di Malaysia; Bersilat

Di Indonesia; Pencak silat

 Pencak Silat, bela diri asli Indonesia.

Di Fhilipina; Eksrima (Seni beladiri yang mengandalkan tongkat sepanjang 75 cm)

Di Okinawa; Naha-Te ( Tangan Kota Naha ), Seni beladiri Okinawa yang berpusat di kota Naha, tokohnya adalah Master Kanryo Higaonna, guru dari Master Choyun Miyagi. Shuri-Te ( Tangan Kota Shuri ), Seni Beladiri yang berpusat dikota Shuri, tokohnya adalah Master Matsumura yang bergaya keras. Murid terkenal dari Shuri-Te nanti antara lain Ankoh Itosu, guru dari master gishin funakoshi, pendiri Shotokan Karate dan Tomari-Te ( Tangan Kota Tomari ), Seni beladiri Okinawa yang berpusat dikota Tomari.

Di Korea; Tae Kwon Do ( seni beladiri yang menitik beratkan pasda keterampilan kaki. Diciptakan oleh jenderal Choi Hong Hee. Tang Soo Do (Seni beladiri yang menitik beratkan pada penggunaan kaki diciptakan oleh Hwang Kee, sebagai gabungan unsur Karate Shotokan, Shaolin kungfu dan Tae Kyon). Hwa Rang Do ( seni beladiri tangan kosong Korea )
Salah seorang pelarian dari kuil Shaolin hanya mengunakan tehnik lunak dan sempat tiba di Jepang lalu mengembangkan Ilmunya, yaitu Jujitsu. Kemudian bersumber dari jujitsu ini muncul ilmu baru seperti Judo dan Aikido.


Salah satu gerakan di Karate.


Demikian pula seorang yang bernama Doshin So, yang lahir pada tahun 1911 di jepang, murid dari Master Chin Ryo (beliau menguasai Shaolin Kungfu). Merumuskan lagi ilmu beladiri baru hasil kombinasi beladiri Jepang dan Cina, yang dinamai Shorinji Kempo, yang berarti “Ilmu tinju Kuil Shaolin” (shaolin Temple Fist Way) pada tahun 1946.

Source: gojukaisulbar